LEUKEMIA GRANULOSITIK KRONIK PDF

leukemia granulositik kronik Makalah Leukemia Limfositik Kronik. Makalah Leukemia Limfositik Kronik. Leukemia Myeloid Kronik. ppt LMK. Leukemia. Chronic Myeloid Leukemia (CML) is caused by the BCR-ABL tyrosine kinase, the Leukemia Granulositik Kronik (LGK) disebabkan oleh gen BCR-Abl domain. Hubungan Gambaran Klinis dan Laboratorium Hematologis antara Leukemia Granulositik Kronik Ph (+)/BCR-ABL (+) dengan Bentuk Kelainan Ph/BCR-ABL.

Author: Zubar Shagore
Country: Pacific Islands
Language: English (Spanish)
Genre: Relationship
Published (Last): 7 October 2012
Pages: 296
PDF File Size: 16.51 Mb
ePub File Size: 20.55 Mb
ISBN: 138-1-71202-214-9
Downloads: 93598
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Shakalkis

Leukemia Granulositik Kronik

Selain itu pasien merasa cepat kenyang dan begah. Penyakit ini jarang terjadi pada individu yang lebih muda. Dengan demikian, sering dikombinasikan dengan kemoterapi Cytoreductive untuk efek lebih lama.

Remisi hematologi jumlah sel darah lengkap [CBC] normal dan pemeriksaan fisik normal [yaitu, tidak ada organomegali] 2. Hepatomegali juga terjadi, meskipun kurang umum daripada splenomegali.

leukemia granulositik kronis dengan AIHA

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang penting untuk dilakukan pada kasus hematologi: Leukemia Limfositik Kronik Deskripsi lengkap. Diawali dengan splenomegali, kelebihan sel-sel darah yang diproduksi saat keadaan LGK sebagian berakumulasi di limpa.

Dengan kemajuan teknologi dibidang biologi molekular, didapatkan adanya gabungan antara gen yang ada dilengan panjang kromosom 9 9q34yakni ABL Abelson dengan gen BCR break cluster region. Nefron ginjal rusak akibat – keganasan leukosit sehingga tidak merespon baik ADH dan timbul diabetes insipidus. Kelainan laboratorium lainnya termasuk hiperurisemia, yang merupakan refleksi dari peningkatan selularitas sumsum tulang, dan peningkatan nyata serum vitamin Bbinding protein TC-I yang disintesis grajulositik granulosit dan mencerminkan tingkat leukositosis.

  BYCULLA TO BANGKOK BOOK PDF

Leukemia myeloid kronis, Ph negatif. Keringat berlebih ini dipicu oleh hipermetabolisme sehingga bisa menyebabkan intoleransi terhadap suhu panas secara berlebihan, splenomegali, hiperurisemia, tinnitus, bahkan stupor. Patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit.

Hal ini ditandai oleh kelainan sitogenetika terdiri dari translokasi timbal balik antara lengan panjang kromosom 22 dan 9. Riwayat Sosial dan Kebiasaan Pasien mengaku hanya mengkonsumsi makanan alami tanpa adanya pengawet e.

Riwayat Penyakit Keluarga Pasien mengaku tidak ada yang sakit seperti ini di keluarganya d. Sap Leukemia Full description. Riwayat Penyakit Sekarang – Lemas disertai demam dan keringat dingin pada malam hari. Gambaran tepi yang dihasilkan leukemiaa leukemia walaupun tetap merupakan reaksi terhadap keadaan non hematologik.

Penggunaan dihentikan bila leukosit. Biro Publikasi Fakultas Kedokteran Ukrida; Leukapheresis biasanya mengurangi jumlah WBC hanya sementara. Mekanisme terbentuknya kromosom Ph dan waktu yang dibutuhkan sejak terbentuknya Ph sampai menjadi CML dengan gejala klinis yang jelas, hingga kini masih belum diketahui secara pasti.

Pasien mengatakan hanya mengkonsumsi makanan alami tanpa adanya pengawet dan tidak riwayat kontak dengan pasien TB dan paparan radioaktif.

  JAVA KOMPLETAN PRIRUCNIK PDF

Penurunan berat badan terjadi setelah penyakit berlangsung lama. Setelah funduskopi, retina dapat menunjukkan papiledema, grnaulositik vena, dan perdarahan namun juga tidak terlalu umum dan spesifik untuk CML.

Leukemia Granulositik Kronik – PDF Free Download

Tidak ada keluhan batuk atau nyeri berkemih. Remember me Forgot password? Penyakit proliferatif adalah penyakit yang ditandai oleh proliferasi dari seri granulosit tanpa gangguan diferensiasi, sehingga pada apusan darah tepi dapat terlihat tingkatan diferensiasi seri granulosit, mulai dari promielosit, sampai granulosit.

Gejala non spesifik meliputi kelelahan dan penurunan berat badan dapat terjadi lama setelah timbulnya penyakit. Dampak kedua mekanisme di atas adalah terbentuaknya klon-klon abnormal yang akhirnya mendesak system hematopoiesis lainnya.

Pembahasan Anamnesis Anamnesis detail sangat penting pada kasus keganasan karena gejala tidak granulosltik dan menyerupai penyakit-penyakit lain. Dengan kata lain selain gen BCR-ABL, ada beberapa gen-gen lain yang berperan dalam patofisiologi CML atau terjadi abnormalitas dari gen supresor tumor, seperti gen p53, p16, dan gen Rb. Hal ini menyebabkan pasien menjadi lebih rentan terhadap infeksi.